ApresiasiHeadlineJabar JuaraJawa BaratKerjasamaKota BandungMedaliOlahragaPelayanan PublikPemerintahanPeristiwaPerlombaanPrestasiSejarah

Hasil Klasemen Akhir Perolehan Medali : Jawa Barat Resmi Jadi Juara Umum PON XX Papua 2021

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- Ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dipastikan telah berakhir hari ini, Jumat (15/10/2021). Dilihat dari klasemen akhir perolehan medali, maka kontingen Jawa Barat dipastikan sukses mempertahankan gelar juara umum. Sementara DKI Jakarta menempati posisi runner-up.

Jabar meraih 133 emas, 105 perak, dan 115 perunggu. Di tempat kedua DKI Jakarta dengan 110 emas, 91 perak, 100 perunggu, disusul Jawa Timur dengan 110 emas, 89 perak, 88 perunggu. Sedangkan tuan rumah Papua harus puas di posisi keempat dengan 93 emas, 66 perak, dan 102 perunggu.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan hasil juara umum ini menjadikan Jabar mengulang sejarah 70 tahun lalu ketika mampu meraih juara umum berturut-turut. “Ini penantian 70 tahun dimana Jabar kembali juara umum berturut-turut sejak 1951-1953,” katanya dalam keterangan resmi.

Hasil ini menurutnya merupakan perjuangan dan kerja keras yang luar biasa dari atlet, pelatih, tim dan keluarga kontingen Jabar.

“Ini hasil dari keringat, tangis dan darah, buah dari kerja keras, ketekunan dan kedisplinan serta kerjasama seluruh stakeholder olahraga di Jawa Barat,” tuturnya.

Ridwan Kamil menuturkan jika motto olimpiade itu adalah tercepat, tertinggi dan terkuat, baginya PON lebih dari itu. “PON tentang ruang persaudaraan dan persatuan. Ini bukan sekedar prestasi medali, namun bukti cinta para atlet kepada Jawa Barat,” ujarnya.

Renang menjadi cabang olahraga terakhir penyumbang medali bagi kontingen Jabar di PON Papua XX/2021. Pada pertandingan terakhir di Kolam Renang Aquatik, Kampung Harapan, Stadion Lukas Enembe, para atlet renang berhasil menambah satu emas, dua perak, dan satu perunggu.

Aflah Fadlan Prawira berhasil menjadi yang tercepat dan berhak atas medali emas di nomor 1.500 meter gaya bebas putra. Sementara Muhammad Fachri meraih perak di nomor 50 meter gaya dada putra.

Sementara kuartet Aflah Fadlan Prawira – Gerdi Zulfitranto – Triadi Fauzi Sidiq – Erick Ahmad Fathoni berhasil meraih perak di nomor 400 meter gaya ganti putra. Terakhir, Raina Saumi Grahana meraih perunggu di nomor 200 meter gaya kupu – kupu putri.

Para atlet dan ofisial tampak sangat bergembira karena selain sumbangan medali dari cabor renang pada pertandingan terakhir, kontingen Jabar berhasil mempertahankan gelar juara umum PON.

Sekda Provinsi Jawa Barat sekaligus Chief de Mission Kontingen PON Jabar Setiawan Wangsaatmaja menyaksikan langsung pertandingan renang tersebut, didampingi para pejabat Pemda Provinsi Jabar. Sekda membaur dengan atlet cabor lain dalam memberikan semangat.

Menurut Setiawan, cabor renang ini merupakan salah satu penyumbang terbanyak medali emas pada PON XX tahun ini. Bahkan perolehan medali tersebut hingga mencapai target yang diinginkan.

“Jadi sangat luar biasa dan untuk aquatic ini pun kita telah mencapai target. Kalau tadi ada 10 emas yang telah diraih totalnya sampai dengan akhir tadi,” ungkap Setiawan.

“Jadi harapan-harapan apa yang telah dicanangkan di awal sebetulnya tercapai hingga akhir cabor terakhir yang dipertandingkan di sore ini,” imbuhnya.

Setiawan optimistis prestasi gemilang di cabor renang ini dapat dipertahankan di PON selanjutnya yang akan digelar di Pulau Sumatra pada 2024. Pasalnya atlet renang Jabar saat ini rata- rata berusia muda.

“Saya melihat dari strata usia atlet-atlet Jawa Barat sebetulnya kita masih punya harapan. Jadi masih ada beberapa yang memang bisa di PON yang akan datang,” tuturnya.

“Bahkan di dua PON yang akan datang pun, kalau melihat dari sisi usia masih cukup,” tambah Setiawan.

Setiawan juga mengapreasiasi para atlet PON XX Jabar yang telah berjuang dan berusaha dengan cuaca yang temperaturnya berbeda dengan Jawa.

“Artinya bahwa atlet-atlet Jawa Barat Alhamdulillah bisa cepat beradaptasi. Walaupun ada beberapa cabor misalnya voli pantai karena memang terlalu kaget dengan kondisi yang temperaturnya yang cukup panas,” ungkapnya.

“Tetapi pada umumnya alhamdulillah cepat sekali menyesuaikan,” pungkas Setiawan. (Red./Annisa)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Translate »
Close
Close