AturanHeadlineHimbauanKeamananKeselamatanKota BandungPelaranganPelayanan PublikPemerintahanPeristiwaTNI/POLRI

Kakorlantas Polri Larang Pengendara Sepeda Motor Pakai Sandal Jepit, Ini alasannya

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi mengimbau pengendara sepeda motor untuk tidak menggunakan sandal jepit. Alasannya karena sandal tidak melindungi keseluruhan bagian kaki.

“Mohon maaf saya bukan me-stressing pakai sandal jepitnya, tidak ada perlindungan pakai sandal jepit itu. Karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas,” terang Firman.

Firman mengatakan pihaknya ingin menciptakan kesadaran bagi masyarakat perihal tertib dan keamanan dalam berkendara. Kesadaran itu salah satunya dengan tidak menggunakan sandal jepit saat berkendara sepeda motor.

“Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mahal mana dengan nyawa kita. Tolong itu dijadikan pertimbangan sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada. Ini gunanya helm standar, pakai sepatu. Masih banyak yang pakai sandal menggampangkan gitu saja. Itu bentuk perlindungan kita kepada masyarakat yang ingin kita bangun sehingga patuh menjadi bagian, bukan lagi karena ada petugas,” terang Firman.

Bagi warga Bandung, imbauan ini mengandung sisi positif dan negatif.

Nur (25), warga Riung Bandung misalnya. Dia menilai larangan menggunakan sandal jepit saat berkendara dapat dilihat dari dua perspektif. Dia setuju apabila larangan tersebut untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

“Kalau dilihat dari segi keselamatan ya setuju. Karena cukup berbahaya juga, bisa kena knalpot atau tersangkut di jari-jari,” ucap Nur, Selasa (14/6/2022).

Akan tetapi bila dilihat dari efektivitas, dia menilai larangan itu terbilang ‘ribet’. Dia tak membayangkan apabila menggunakan sepeda motor hanya berjarak kurang dari 1 kilometer.

“Kalau fleksibel agak susah juga. Masa mau ke warung harus pakai sepatu. Kalau deket sih pake sendal saja. Kalau jarak jauh nah baru pake sepatu,” tutur dia.

Pandangan lainnya diungkapkan Ibrahim (34). Warga asal Kacapiring, Kota Bandung ini juga setuju apabila dilihat dari sisi keselamatan.

“Kalau untuk keselamatan sih setuju. Saya juga kalau kemana-mana pakai sepatu,” tutur dia.

Namun, dia mempertanyakan teknis larangan penggunaan sandal jepit tersebut. Sebab, beberapa kali dia juga kerap menggunakan sandal jepit saat berkendara.

“Tapi bingung juga. Gimana kalau hujan? Kan biasanya kalau hujan suka pake sandal,” katanya.

Sementara itu, keterangan dari Polda Jabar berkaitan dengan aturan ini. Kabid Humas Polda Jabar Ibrahim Tompo sempat menyarankan agar untuk menghubungi Dirlantas Polda Jabar. Namun, saat Dirlantas Polda Jabar Kombes Romin Thoib dihubungi, sampai berita ini ditulis belum merespons.

Sebelumnya, Operasi Patuh 2022 mulai digelar hari ini hingga dua pekan ke depan. Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi menyoroti sejumlah kebiasaan pengendara motor yang kerap membahayakan diri.

Salah satu yang disoroti perihal penggunaan sandal jepit saat berkendara. Hal yang terlihat sepele itu justru dianggap berdampak pada keselamatan pengendara.

“Ini sudah komitmen kita mengajak masyarakat tentunya harus tertib dari diri kita sendiri dulu. Masyarakat membantu dengan memunculkan kesadaran, mengajarkan hal-hal yang baik untuk anaknya dan yang paling gampang itu (dari) orang terdekat. Jadi jangan kasih contoh dikira anaknya nggak ngerti bapaknya bilang ‘Deket aja Pak di situ, biar nggak pakai helm’, naik motor pakai sandal jepit,” kata Firman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/6/2022) Kemarin. (Red./Annisa)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Translate »
Close
Close