Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
No Result
View All Result
  • DITERBITKAN
  • Media Terkini dan Aktual
  • Redaksi

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Disdagin Kota Bandung Imbau Masyarakat Tidak “Panic Buying”

November 12, 2021
in Uncategorized

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- Memasuki pekan kedua November 2021 ini, harga minyak goreng masih terpantau mahal.

Data dari situs resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional sejak Selasa (8/11/2021), minyak goreng kemasan bermerk 1 tembus Rp18.250 per kilogram.

Angka tersebut naik sebesar 1,11 persen atau Rp200.

BacaJuga

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Kendati naik, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengimbau masyarakat tetap bijak dan tidak panik saat berbelanja terkait kenaikan harga minyak goreng.

Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa memastikan pasokan minyak goreng tetap aman.

Untuk itu, Disdagin mengimbau agar masyarakat tidak panic buying. Sebab pembelian secara panik dari masyarakat justru akan memberikan dampak lain yang bisa berpengaruh kurang baik terhadap minyak goreng di pasaran.

“Jangan panic buying terkait adanya kenikan ataupun isu kelangkaan. Insyaallah, tidak ada kelangkaan. Jangan menumpuk minyak besar-besaran, itu akan memicu dampak lain,” kata Meiwan saat menjadi narasumber di Bandung Menjawab di Auditprium Balai Kota Bandung, Kamis (11/2022/2021) kemarin.

Meiwan menuturkan, kenaikan harga minyak goreng ini merupakan isu nasional, karena terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Persoalan ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan.

Meiwan mengatakan, menurut informasi dari pemerintah pusat, kenaikan minyak goreng akibat naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah sebagai bahan utama minyak goreng.

“Kenaikan harga ini pemicunya adalah seperti yang dikatakan Kemendag, yaitu dipicu kenaikan harga CPO. Karena harga CPO mengikuti harga pasaran minyak dunia, dan CPO ini adalah bahan baku utama minyak goreng,” ujarnya.

“Selain itu, produksi kelapa sawit juga mengalami penurunan. Sehingga harga cenderung merangkak naik,” imbuhnya.

Kendati masalah harga dipengaruhi oleh harga pasaran minyak dunia dan kewenangannya di pemerintah pusat, Meiwan menyatakan, Disdagin Kota Bandung tak lantas tinggal diam. Pihaknya terus memantau dan berkoordinasi untuk menjaga ketersediaan stok minyak goreng di pasaran.

“Kita terus memantau harga dan pasokan distribusinya. Jangan sampai pasokannya tidak ada. Hasil pemantauan di lapangan, barangnya insyaallah masih ada. Kita terus koordinasi dengan Disindag Jabar dan koordinasi dengan distributor dan Aprindo,” katanya. (Red./Annisa)

Tags: Data Resmi PIHPS NasionalDISDAGIN kota bandungDisindag JabarDistributor dan AprindoHarga Minyak Goreng Masih MahalImbau Masyarakat Tidak "Panic Buying"Kadis Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung - Meiwan KartiwaPantau Harga dan pasokan distribusi di lapanganPastikan pasokan minyak goreng tetap aman
ShareTweet

BeritaTerkait

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Januari 14, 2026

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Januari 13, 2026

Farhan Tegaskan RTH Sumber Kehidupan

Januari 12, 2026

Komisi III Minta Seluruh OPD Kompak Terlibat Benahi Persoalan Sampah Di Kota Bandung

Desember 24, 2025

Pemkot Bandung Perkuat Harmoni dan Pelayanan Publik

Desember 23, 2025
Load More
Next Post

Tingkatkan Ketertiban dan Kedisiplinan, Pemkot Bandung Luncurkan 3 Mobil Tindak Pidana Ringan

Miris! Sertifikat Vaksin hingga Data Nasabah Bank di Bandung Jadi Bungkus Gorengan

Discussion about this post

Recommended

Permohonan Banding Ditolak, Ferdi Sambo Tetap Dihukum Mati

April 12, 2023

Tuntaskan Rencana Pembangunan 20 Tahun Ke Depan, Pemkot Bandung Gelar Konsultasi Publik

Desember 19, 2023

YANA BERI PELUANG SEKTOR PELATIHAN KEMBALI BEROPERASI

Juli 27, 2020
Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Tati Sutarti SpPK menyatakan, virus corona atau Covid-19 akan ikut mati seiring jenazah yang terjangkit telah dikuburan

Kepala Labkes Menyebutkan: Virus Ikut Mati Setelah Jenazah Dimakamkan

April 5, 2020
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
Translate »