Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
No Result
View All Result
  • DITERBITKAN
  • Media Terkini dan Aktual
  • Redaksi

Universal Health Coverage Kota Bandung Capai 99,62 Persen, Dinkes Fokuskan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Januari 3, 2025
in Uncategorized

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- Sebanyak 2.569.985 jiwa dari total 2.579.837 penduduk Kota Bandung kini telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Hal itu membuat Kota Bandung berhasil mencapai status Universal Health Coverage (UHC) dengan tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar 99,62%.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung – Anhar Hadian mengatakan, pencapaian ini sebagai langkah besar dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata.

“Capaian ini membuktikan komitmen kami dalam memastikan seluruh warga Kota Bandung mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas. Namun, kami tidak akan berhenti di sini. Fokus kami ke depan adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas kerja sama dengan fasilitas kesehatan,” ujar Anhar.

BacaJuga

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Universal Health Coverage adalah sistem penjaminan kesehatan yang bertujuan memberikan akses layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau kepada seluruh masyarakat. UHC menekankan dua elemen utama yaitu:

1. Akses Pelayanan Kesehatan yang Adil, Semua warga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa diskriminasi.
2. Perlindungan Risiko Finansial, Mengurangi beban biaya kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.

Sedangkan kepesertaan BPJS Kesehatan mencakup beberapa segmen masyarakat, di antaranya:

1. Penerima Bantuan Iuran (PBI), Fakir miskin dan orang tidak mampu.
2. Penduduk yang Didaftarkan Pemerintah Daerah, Warga yang biayanya ditanggung oleh pemerintah.
3. Pekerja Penerima Upah (PPU), ASN, pegawai swasta, dan lainnya.
4. Pekerja Mandiri (PBPU), Pekerja di luar hubungan kerja.
5. Bukan Pekerja (BP), Termasuk investor, pensiunan, veteran, dan lainnya.

Saat ini, Kota Bandung memiliki 33 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, namun lima di antaranya belum terintegrasi sepenuhnya untuk layanan UHC, yakni RS Bedah Halmahera Siaga, RSIA Melinda, RSIA Limijati, RSIA Graha Bunda, dan RS Mata BEC.

Selain itu, 80 UPTD Puskesmas di Kota Bandung telah siap melayani masyarakat sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

“Upaya untuk meningkatkan kerja sama dengan fasilitas kesehatan terus dilakukan. Kami juga mendorong agar rumah sakit yang belum bergabung segera melengkapi proses administrasinya,” tambah Anhar Hadian.

Manfaat dan Keunggulan UHC Kota Bandung di antara:

1. Jaminan pembiayaan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
2. Kemudahan akses layanan kesehatan di berbagai fasilitas, baik di dalam maupun luar Kota Bandung.
3. Status kepesertaan aktif langsung tanpa masa tunggu 14 hari.
4. Bantuan keuangan sebesar 40% dari anggaran UHC yang diberikan oleh Pemprov Jawa Barat.
5. Dana kapitasi untuk operasional puskesmas yang mengurangi beban anggaran daerah.

Anhar memastikan, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Dengan status UHC, kami ingin memastikan tidak hanya akses yang terjamin, tetapi juga mutu pelayanan kesehatan yang terus meningkat,” tutup Anhar Hadian.

Capaian ini menjadikan Kota Bandung sebagai salah satu daerah yang berhasil mewujudkan pelayanan kesehatan inklusif, sekaligus menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia. (Red./Edi)

Tags: Dinkes kota bandungFokuskan Peningkatan Kualitas Pelayanan KesehatanKepala Dinas Kesehatan Kota Bandung - Anhar HadianKota Bandung memiliki 33 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatanlangkah besar dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata.memastikan seluruh warga Kota Bandung mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas.mewujudkan pelayanan kesehatan inklusifSebanyak 2.569.985 jiwa dari total 2.579.837 penduduk Kota Bandung kini telah terdaftar sebagai peserta BPJS KesehatanUniversal Health Coverage Kota Bandung Capai 99.62 Persen
ShareTweet

BeritaTerkait

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Januari 14, 2026

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Januari 13, 2026

Farhan Tegaskan RTH Sumber Kehidupan

Januari 12, 2026

Komisi III Minta Seluruh OPD Kompak Terlibat Benahi Persoalan Sampah Di Kota Bandung

Desember 24, 2025

Pemkot Bandung Perkuat Harmoni dan Pelayanan Publik

Desember 23, 2025
Load More
Next Post

Keren! MPP Kota Bandung Raih Predikat Prima dari Kemenpan RB

Mendikdasmen Sebut Ujian Nasional Akan Diberlakukan Kembali Pada Tahun 2026

Discussion about this post

Recommended

KNPI Jabar Nobatkan Atalia Sebagai “Pejuang Perempuan di Masa Pandemi Covid-19”

KNPI Jabar Nobatkan Atalia Sebagai “Pejuang Perempuan di Masa Pandemi Covid-19”

Oktober 29, 2020

KPAI Ungkap Penyebab Tingginya Kasus Sodomi di Jawa Barat

Mei 18, 2024
HUT Ke-102 Damkar Wakil Walikota Bandung Beri Apresiasi

HUT Ke-102 Damkar Wakil Walikota Bandung Beri Apresiasi

Maret 2, 2021

Tim Saber Pungli Jabar Deteksi Adanya Indikasi Kecurangan “Siswa Titipan” di SMKN 4

Juni 13, 2020
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
Translate »