AsetEkonomiHeadlineKerjasamaKota BandungOptimalisasiPelayanan PublikPemerintahanPendapatanPendapatan DaerahPeristiwa

Disentil Ridwan Kamil, Pemkot Bandung Sebut Pendapatan Mesin Parkir Capai Rp 400 Juta Dalam Sebulan

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- Persoalan mesin parkir di Kota Bandung kembali menjadi sorotan. Sebab keberadaan ratusan mesin tersebut dinilai kurang dimaksimalkan pemakaiannya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengklaim, jika mereka berhasil mendapatkan Rp 400 juta dari sekitar 300 mesin parkir yang difungsikan.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana menuturkan, saat ini kondisi mesin parkir hanya perlu dilakukan optimalisasi saja.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bahkan sudah membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir menjadi badan layanan umum daerah (BLUD).

“BLUD itu bisa memaksimalkan mesin-mesin parkir dan bisa dilakukan lelang oleh pihak swasta. Sehingga hal itu bisa maksimal menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung,” kata Yana di Bandung, Minggu (17/4/2022).

Kepala UPT Parkir Dishub Kota Bandung Yogi Mamesa menampik bahwa mesin parkir peninggalan pemerintahan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil itu terbengkalai.

Pasalnya, pihaknya saat ini tengah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk optimalisasi aset tersebut.

“Untuk saat ini, mesin parkir tidak terbengkalai, masih ada dan masih berjalan. Setoran pun masih masuk juga ke BLUD parkir,” tuturnya.

“Kami sudah berbicara dengan pihak ketiga. Mudah-mudahan di pertengahan tahun ini atau sebelum habis tahun ini, sudah tercapai kerja samanya,” tambahnya.

Ihwal detail penerimaan, Yogi menyebut dalam satu bulan total pendapatan dari penggunaan mesin parkir otomatis ini mencapai Rp 400 juta dari sekitar 300 mesin parkir yang tersebar di berbagai titik di Bandung.

Sementara itu, saat ini jumlah mesin parkir yang benar-benar berfungsi sekitar 75 persen.

“Perkiraan sebulan terakhir, pendapatan dari mesin parkir sampai Rp 400 jutaan, dari total 300-an mesin pakir yang beroperasi,” tambahnya.

Pihaknya akan melakukan optimalisasi secara bertahap yang terbagi ke dalam tiga zona. Dimulai dari zona pusat kota, lalu ke zona penyangga hingga ke zona pinggiran. Pihaknya juga akan mengedukasi terhadap petugas yang berjaga di area mesin parkir.

“Berjalan dulu bertahap, nanti kalau misalnya ada kemajuan baru semuanya dikerjasamakan. Untuk petugas juru parkir pun saat ini bertugas menjaga mesin parkir, edukasi dan sosialisasi terus berjalan,” jelasnya.

Dishub juga akan menggeser mesin parkir yang kurang optimal pemakaiannya. “Jadi, kalau dibilang terbengkalai, tidak, kan ada pemasukan ke kami. Tetapi sementara ini pemasukan masih ada,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat menyinggung pemanfaatan aset mesin parkir yang dinilai tidak maksimal dan terkesan terbengkalai.

“Ini sudah dibahas, bahkan Pak Kajati (Asep N Mulyana) juga memberikan perhatian (pada) aset-aset di Kota Bandung yang belum dimanfaatkan maksimal. Jangan sampai masuk kategori barang yang terlantar, kan salah satunya (stadion) Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan mesin parkir,” kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/4/2022) lalu. (Red./Annisa)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Translate »
Close
Close