AnggaranBencanaCuaca EkstremEvaluasiHeadlineKota BandungPelayanan PublikPemerintahanPeristiwaProgram

Diguyur Hujan Sepekan, DPU Catat 8 Tanggul Sungai di Kota Bandung Jebol Akibat Banjir

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung mencatat tanggul 8 sungai yang ada di Kota Bandung jebol akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, Petugas DPU secara perlahan melakukan perbaikan terhadap tanggul-tanggul yang jebol.

“Yang sudah kita data itu ada 7 atau 8 titik, ada 2 titik yang sudah dikerjakan (diperbaiki),” ujar Kabid Sumber Daya Air DPU Kota Bandung Yul Zulkarnaen di Balai Kota Bandung, Selasa (09/11/2021).

Yul Menuturkan, sebagian tanggul yang jebol diperbaiki dengan status tanggap darurat. Dan dari tanggul yang jebol itu, beberapa diantaranya mengalami kerusakan berat diantaranya di Sungai Cikapundung, Sungai Suryalaya dan di Megasari.

Tak hanya itu pihaknya juga menganggarkan dana sekitar Rp 8-10 miliar untuk memperbaiki tanggul yang jebol akibat bencana banjir tersebut. Pihaknya juga menyiapkan anggaran pada tahun 2022 melalui program tanggap darurat.

Yul menjelaskan saat ini banjir yang sering rutin terjadi di 8 titik diantaranya di terowongan Jalan Cibaduyut, Flyover Cimindi, Pasar Gedebage dan Kopo Citarip. Pihaknya berupaya agar permasalahan banjir di titik-titik tersebut dapat terselesaikan secara maksimal.

Dikatakan Yul, permasalahan banjir di Kota Bandung dipicu salah satunya karena drainase yang tidak dapat menampung hujan saat cuaca ekstrem. Pihaknya berupaya memelihara dan memperbaiki saluran drainase secara rutin.

“Kendala terjadi banjir akibat daya tampung terbatas dibandingkan curah hujan yang ekstrem akhir akhir ini ketika terjadi hujan drainase tidak bisa menampung. Upaya kita pemeliharaan dengan rutin,” bebernya.

Selain itu Pihaknya akan terus berupaya memperbanyak drumpori dan sumur resapan serta sumur imbuhan dalam serta kolam retensi. Sedangkan pengerukan sedimentasi di sungai-sungai dilakukan awal tahun jelang musim hujan.

Yul menambahkan, pihaknya akan membuat kolam retensi Cisanggarung pada tahun 2022 mendatang. Pihaknya berharap pada Desember atau awal tahun 2022 sudah bisa dilaksanakan lelang.

“Yang sekarang dikerjakan adalah kolam retensi Bima di Jalan Bima Sungai Citepus itu sedang diproses pengerjaan. Untuk sumur imbuhan dalam itu tahun ini ada 12 titik yang kita bangun yang sudah selesai itu di komplek Megabrata, Baturaden, Cisaranten dan di komplek perumahan Sangkanhurip,” tandasnya. (Red./Azay)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Translate »
Close
Close