Headlinekabupaten bandungKepedulianPemerintahanPenanggulanganPeristiwaSiap Siaga

9 Kecamatan Rawan Banjir, BPBD Kabupaten Bandung Siap Siaga Hadapi Musim Hujan

KAB BANDUNG, METROJABAR.ID- Menghadapi kesiap Siagaan disaat musim hujan yang sudah berlangsung di wilayah Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Bandung sesuai informasi yang diterima dari BMKG, memperkirakan akan terjadi peningkatan kapasitas hujan antara 20 – 40 persen, maka kewaspadaan akan lebih ditingkatkan lagi. BPBD terus melakukan pendataan daerah di Kabupaten Bandung yang masuk rawan bencana banjir maupun longsor.

Hal tersebut dituturkan Kepala Bidang Kesiap Siagaan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bandung, Hendra Hidayat, dikegiatan Ngawangkong Bari Ngopi yang diselenggarakan Humas Pemerintah Kabupaten Bandung yang berlangsung Jumat (23/10) di taman Pacantel, kompleks Pemda Kab. Bandung, Jawa Barat.

Dikatakan Hendra, selain pendataan wilayah, BPBD juga menginventarisir peralatan- peralatan. Tujuannya untuk mengetahui peralatan yang siap aksi dan yang perlu diperbaharui dan dilakukan penambahan.

Wilayah rawan bencana yang harus diwaspadai di kabupaten Bandung, lebih lanjut dirinya juga mengatakan, berada di 9 titik di 9 Kecamatan.

Kecamatan yang memiliki potensi yang tinggi diantaranya Baleendah, Dayeuh kolot, Majalaya, Banjaran, Bojongsoang, Selokan Jeruk, Rancaekek, Cicalengka, Ibun, kertasari dan Ciwidey. Sementara keseluruhan wilayah potensi Longsor berada disekitar 24 Kecamatan di Kabupaten Bandung.

“Namun untuk wilayah banjir mohon jangan diartikan setiap kecamatan akan tergenang banjir semua,” katanya.

Untuk posko aduan kebencanaan, sudah ada dan disiapkan di setiap desa yang nantinya langsung akan masuk ke BPBD Kabupaten Bandung.

Dalam hal Keikutsertaan masyarakat menjadi bagian ujung tombak untuk pelayanan kebencanaan, diungkapkannya bisa mengajukan melalui Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang di bentuk di daerah.

Anggota FPRB sendiri terdiri dari 243 komunitas didalamnya. Artinya FPRB ini membawahi dari 234 komunitas yang ada di Kabupaten Bandung. Saat ini ada sekitar 500 – 700 orang relawan ujung tombak BPBD. Dan mereka juga yang melakukan pendataan dan penanganan, sebab BPBD tidak bisa bekerja sendiri dalam hal penanganan bencana.

Sementara terkait dana dukungan untuk penanganan kebencanaan di Kabupaten Bandung, dijelaskannya 95 dana di Refocusing di bidang penanganan kebencanaan, bidang yang memang juga menangani sosialisasi. Namun secara umum di BPBD dipersiapkan bahan – bahan logistik sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Karena memang BPBD sudah mengantisipasi dimasa Pandemi Covid -19 ini tentunya akan ada potensi juga berkaitan dengan potensi masalah banjir dan longsor di Kabupaten Bandung. Tetapi pada penanganan banjir apabila dimungkinkan perlunya penanganan secara darurat, BPBD sudah mempersiapkan.

Pada penetapan status darurat bencana di Kabupaten Bandung, sejak bulan lalu sebenarnya BPBD ingin segera melakukan rapat koordinasi (Rakor). Yaitu untuk menetapkan status siaga darurat bencana. harus diketahui bahwa penetapan status siaga darurat itu ada 3 fase, meliputi darurat bencana, tanggap darurat dan darurat pemulihan bencana.
Namun BPBD belum bisa melakukan itu, sebab saat ini masih menunggu hasil rakor provinsi yang dilaksanakan hari ini (Jumat 23/10/2020) di Pangandaran.

“Minggu depan kami bisa melakukan rakor tingkat Kabupaten untuk menentukan status keadaan. Sebab dalam menentukan status keadaan tidak hanya mengandalkan estimasi kita saja, tetapi berdasarkan keadaan sesuai informasi yang di dapat dari setiap daerah”. Pungkasnya. (Red./Raysha)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Translate »
Close
Close