Bandung RayaEkonomiHeadlinePemerintahan

Gabungan Enam LSM Datangi Pemkot Bandung Terkait Penghentian Seleksi Jajaran Direksi PD Pasar Bermartabat

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- 6(enam) lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam aliansi Lembaga swadaya mendatangi Pemkot Bandung pada hari Kamis 15 Oktober 2020 dalam rangka menyampaikan tuntutan nya kepada walikota Bandung terkait seleksi lelang jabatan jajaran PD.pasar Kota Bandung, tuntutan nya diantaranya. Menghentikan seleksi lelang jabatan jajaran direksi PD.Pasar Bermartabat Kota Bandung dan meminta hasil audi dari BPKP dan inspektorat kota Bandung.

Namun pada saat itu walikota dan jajaran yang bertanggung jawab dalam hal seleksi tidak ada di tempat, maka ke 6 (enam) lembaga swadaya di temui oleh jajaran Kesbangpol kota Bandung dan satu orang perwakilan dari bagian ekonomi kota Bandung.

6 ( enam) lembaga swadaya yang di pimpin oleh wanwan Mulyawan dari LSM Brantas akhir nya menyampaikan tuntutan sementara kepada walikota melalui Kesbangpol kota Bandung untuk di teruskan ke walikota dan berjanji akan memfasilitasi bertemu dengan walikota minggu-minggu ini, dalam pertemuan sementara ada beberapa yang di sampaikan diantaranya :
Hentikan seleksi jajaran direksi dan meminta hasil audit BPKP dan inspektorat , pada saat pertemuan di tambahkan pula meminta kepada pemerintah kota Bandung untuk mengambil pengelolaan pasar baru yang selama ini dikelola oleh pihak swasta, hal ini di tegas kan oleh Agus satria ( ketua bidang investigasi DPP.manggala Garuda putih) meminta bubarkan pengelolaan Pasar Baru,” tegas nya.

Dikarenakan dugaan praktek kavitalis maka dari itu segera hentikan pengelolaan pasar baru oleh pihak ke.3 tersebut.Dengan adanya UUD yang baru dimana lembaga swadaya ikut serta dalam swakelola bersama pemerintah, Agus satria meyakinkan bahwasan nya jika pengelolaan pasar baru di berikan kepada ormas sudah barang tentu minimal memberikan peluang kerja bagi para kader-kader di organisasi masyarakat dan kepemudaan.

Dikarenakan dugaan praktek kavitalis maka dari itu segera hentikan pengelolaan pasar baru oleh pihak ke 3 tersebut. Dengan adanya UUD yang baru dimana lembaga swadaya ikut serta dalam swakelola bersama pemerintah, Agus satria meyakinkan bahwasan nya jika pengelolaan pasar baru di berikan kepada ormas sudah barang tentu minimal memberikan peluang kerja bagi para kader-kader di organisasi masyarakat dan kepemudaan.

Pertemuan tersebut dilakukan dari pagi hari sampai siang hari dengan Tanpa di hadiri oleh pihak terkait yang berkompeten dibidang nya khusus nya kehadiran walikota sebagai owner dari BUMD kota Bandung, dan kami ke 6 lembaga swadaya yang tergabung dalam wadah aliansi terus akan menuntut kesedian walikota Bandung untuk duduk bersama berdiskusi dan mendengarkan aspirasi,itupun jika benar bahwa walikota Bandung dan jajaran nya serius dan ada niat klarifikasi terkait PD.Pasar . Tegas wanwan Mulyawan sebagai Koorlap aksi dan audensi kemarin (15/10/2020).

Dikarenakan permasalah di BUMD kota Bandung yaitu pasar sangat amburadul,maka perlunya menyampaikan kepada yang berkompeten.
Ke 6 (enam) lembaga swadaya yang tergabung dalam wadah aliansi semua bersepakat dengan apa yang di sampaikan tersebut dan akan trus menunggu kesiapan dan keberanian walikota Bandung dalam menirama tuntutan dan aspirasi kami, sebagai bukti niat beberes kota Bandung khusus nya PD.pasar bermartabat. (Red./Azay)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Translate »
Close
Close