Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
No Result
View All Result
  • DITERBITKAN
  • Media Terkini dan Aktual
  • Redaksi

Perkuat Pengawalan Anak Berisiko Stunting Dikota Bandung

Oktober 23, 2026
in Bandung Raya

 

METRO JABAR.ID — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari memperkuat upaya penanganan stunting melalui program Kawal Kiwari. Program ini mengintegrasikan layanan klinis, pemantauan pertumbuhan, edukasi keluarga hingga tindak lanjut kesehatan anak secara berkelanjutan.

BacaJuga

Tawa Pecah di Lapas Perempuan Bandung, 17 Warga Binaan Adu Stand Up Comedy

Sekda Lepas Kontingen, 1.366 Atlet Kota Bandung Targetkan yang Terbaik di Porprov 2026

Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari, Arief Budiman, menjelaskan, Kawal Kiwari dikembangkan untuk memastikan anak yang mengalami masalah pertumbuhan dan gizi tidak berhenti mendapatkan pelayanan setelah menjalani pemeriksaan atau perawatan di rumah sakit.

“Ketika seorang anak pulang dari rumah sakit, pelayanan mungkin telah selesai, tetapi perjalanan pertumbuhannya belum selesai. Melalui Kawal Kiwari, kami ingin memperkuat pengawalan agar anak yang membutuhkan intervensi tidak terputus dari pemantauan,” kata Arief dalam keterangan resminya, Rabu 21 Oktober 2026.

Dalam program ini, RSUD Bandung Kiwari memperkenalkan dua inovasi, yakni Klinik Raksa Anak dan aplikasi Tumbuh Kiwari.

Klinik Raksa Anak menjadi penguatan layanan klinis bagi anak yang mengalami masalah pertumbuhan dan gizi. Sementara itu, aplikasi Timbuh Kiwari dirancang untuk membantu tenaga kesehatan membaca kurva pertumbuhan serta menginterpretasikan indikator pertumbuhan anak secara lebih terstruktur.

Arief menjelaskan, aplikasi tersebut berfungsi sebagai alat bantu bagi tenaga kesehatan, bukan pengganti penilaian klinis. Hasil interpretasi tetap harus dikaji bersama kondisi anak untuk menentukan intervensi dan tindak lanjut yang sesuai.

Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Rumah sakit berperan dalam memperkuat asesmen dan tata laksana klinis, sedangkan Puskesmas, Posyandu, keluarga serta pemangku kepentingan lainnya memiliki peran penting dalam deteksi dini, edukasi, pelayanan dan pemantauan pertumbuhan anak.

Melalui koordinasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) serta kolaborasi lintas sektor, Kawal Kiwari diharapkan dapat berkembang menjadi model pengawalan pertumbuhan anak yang terintegrasi, terukur dan berkesinambungan.

“Kami tidak mengklaim bahwa satu klinik atau satu aplikasi dapat menyelesaikan seluruh persoalan stunting. Namun, kami percaya bahwa pelayanan klinis yang kuat, informasi yang digunakan secara tepat dan kolaborasi yang konsisten dapat membantu memperbaiki kesinambungan pengawalan anak,” tuturnya.

Melalui program ini, RSUD Bandung Kiwari mengusung pesan “Kawal Sampai Tumbuh” sebagai komitmen untuk memastikan setiap anak memperoleh pemantauan dan intervensi sesuai kebutuhan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.  ( Wildan )

Tags: Pemkot Bandung
ShareTweet

BeritaTerkait

Tawa Pecah di Lapas Perempuan Bandung, 17 Warga Binaan Adu Stand Up Comedy

Oktober 28, 2026

Sekda Lepas Kontingen, 1.366 Atlet Kota Bandung Targetkan yang Terbaik di Porprov 2026

Oktober 27, 2026

Badaya Jadi Ruang Apresiasi Seniman Sunda Kota Bandung

Oktober 26, 2026

Di Kota Bandung Trotoar hingga Drainase Harus Bebas Bangunan

Oktober 24, 2026

Pemkot Bandung Terima Enam Bangunan Kebun Binatang dari Kejaksaan

Oktober 22, 2026
Load More
Next Post

MAS Assasul Islamiyah Cibatu Peringati Hari Santri Nasional, Tanamkan Nilai Religius dan Semangat Nasionalisme

ORMAS XTC INDONESIA Cirebon Kota Berbagi Jumat Berkah

Discussion about this post

Recommended

Marching Band Jadi Kekuatan Seni, Pemuda, dan Pariwisata

Juni 16, 2025

Jalan Mulai Rusak, DPU Kota Bandung Keluhkan Kecilnya Anggaran Perbaikan dan Pemeliharaan Jalan

November 26, 2021
466 Guru Dan Tenaga Pendidik Non-PNS Di Jabar Resmi Dapat Tunjangan 1,5 Juta Per Bulan

466 Guru Dan Tenaga Pendidik Non-PNS Di Jabar Resmi Dapat Tunjangan 1,5 Juta Per Bulan

Agustus 12, 2021

Cegah Penularan Virus Flu Burung, DKPP Kota Bandung Telah Vaksinasi 500 Ekor Unggas di 60 Titik

Maret 14, 2023
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
Translate »