Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
No Result
View All Result
  • DITERBITKAN
  • Media Terkini dan Aktual
  • Redaksi

Ketum PSSI Erick Thohir Sebut Larangan Suporter Away di Liga 1 Indonesia Masih Berlaku Pada Musim 2024/2025

Agustus 12, 2024
in Uncategorized

METROJABAR.ID- Aturan larangan suporter away masih dilarang hadir di stadion dalam gelaran Liga 1 2024/2025. Sepakbola Indonesia transformasi pasca Tragedi Kanjuruhan.

Larangan kehadiran suporter tim tamu diberlakukan selama dua musim. Di Liga 1 aturan ini baru berjalan penuh satu musim pada 2023/2024.

Meski pengamanan stadion sudah diperketat, namun aturan ini belum akan direlaksasi dalam waktu dekat. FIFA masih terus memantau keamanan sepakbola Indonesia.

BacaJuga

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

“Saya sudah sering menjawab, sepakbola kita ke arah transformasi yang baik. Tapi apa semua baik? belum. Bisa lihat akhir musim kemarin ada ibu dan anak waktu itu mobilnya dipecahkan kacanya. Kereta api kacanya ditimpuki. Tim yang hadir dicegat oleh oknum di jalanan,” kata Ketum PSSI Erick Thohir.

“Jadi belum dan kita wajib bersyukur ketika Presiden Jokowi membentuk tim untuk bernegosiasi dengan FIFA soal Kanjuruhan. Beruntung kita tidak dihukum, karena bisa dihukum 8 tahun waktu itu. Jadi (sepakbola) kita itu sebenarnya belum baik,” ujarnya menambahkan.

Dari penyelenggaraan musim lalu, memang masih ada beberapa kasus pelanggaran yang dilakukan oknum suporter. Klub-klub peserta yang jadi korbannya karena harus menanggung pembayaran denda ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat ulah yang dilakukan oknum suporter.

Masalah-masalah tersebut juga menjadi catatan PSSI bahwa hal yang berkaitan suporter belum sepenuhnya membaik. Mengizinkan suporter tim tamu hadir ke stadion masih berpotensi menghadirkan risiko yang tidak diinginkan di Liga 1.

“Jangan sampai suporter lain jadi korban karena oknum. Jangan juga klub jadi korban akhirnya ada oknum yang membuat kerusuhan. Klub yang jadi korban (rugi karena denda). Itu nanti hukumannya selain denda, kurang poin, tidak boleh ada penonton,” ucap Erick Thohir.

“Akhirnya klub yang dicintai akhirnya dirugikan. Kalau di Italia dan Inggris bisa, masa Indonesia tidak bisa. Kuncinya bagaimana transformasi sepak bola harus dihormati. FIFA memberikan jeda 2 musim, ini musim kedua, data base harus segera diselesaikan dan semoga FIFA memberi kelonggaran,” tuturnya.

“Semua oknum suporter yang terindikasi bakal rusuh bisa dicegah sejak dini. Mudah-mudahan suporter bisa mendukung rencana ini,” katanya lagi. (Red./Annisa)

Tags: FIFAKetum PSSI Erick Thohirmasih terus memantau keamanan sepakbola Indonesia.menanggung pembayaran denda ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat ulah yang dilakukan oknum suporter.Sebut Larangan Suporter Away di Liga 1 Indonesia Masih Berlaku Pada Musim 2024/2025Sepakbola Indonesia transformasi pasca Tragedi Kanjuruhan.
ShareTweet

BeritaTerkait

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Januari 14, 2026

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Januari 13, 2026

Farhan Tegaskan RTH Sumber Kehidupan

Januari 12, 2026

Komisi III Minta Seluruh OPD Kompak Terlibat Benahi Persoalan Sampah Di Kota Bandung

Desember 24, 2025

Pemkot Bandung Perkuat Harmoni dan Pelayanan Publik

Desember 23, 2025
Load More
Next Post

Daftar Pemilih Tetap di Kota Bandung Alami Peningkatan, KPU Beberkan Data Terbarunya!

Bawaslu Kota Bandung Temukan 1.117 Nama Pemilih yang Telah Meninggal Dunia Masih Masuk Dalam DPT Pilkada Serentak 2024

Discussion about this post

Recommended

Lagi !! Camat di Kota Bandung Bakal Teken Kesepakatan Bersama Soal Penanganan Sampah

Februari 14, 2025
Pemerintah Kota Bandung membagikan Alat Pelindung Diri (APD) dan vitamin kepada para petugas PD Kebersihan

Tetap Bekerja, Petugas Kebersihan Dibekali APD dan Vitamin

Maret 24, 2020
KPK Ungkap Provinsi Jawa Barat Tertinggi Kasus Korupsi dari 26 Provinsi Yang Terlibat

KPK Ungkap Provinsi Jawa Barat Tertinggi Kasus Korupsi dari 26 Provinsi Yang Terlibat

Oktober 23, 2020

Yana Mulyana Didampingi Dansektor 22 Bersama Dinas Terkait Monitoring Banjir Wilayah Cipedes

Agustus 30, 2021
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
Translate »