Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
No Result
View All Result
  • DITERBITKAN
  • Media Terkini dan Aktual
  • Redaksi

DPRD Kota Bandung Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di HJKB Ke-216

September 28, 2026
in Bandung Raya

METRO JABAR.ID — Memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, DPRD Kota Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah untuk merawat warisan sejarah sekaligus memperkuat sinergi dalam merancang masa depan kota.

Dalam Rapat Paripurna Peringatan HJKB Ke-216, Jumat, 25 September 2026, Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., membacakan pidato Peringatan HJKB Ke-216. Dalam pidato itu disebutkan, DPRD menekankan peran vital lembaga legislatif melalui penguatan fungsi legislasi, pengalokasian anggaran APBD yang pro-rakyat, serta pengawasan ketat terhadap efisiensi dan transparansi tata kelola pemerintahan.

Kemajuan kota dinilai tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, melainkan dari peningkatan kualitas hidup warga secara menyeluruh mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga penciptaan lapangan kerja.

Menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan iklim, DPRD soroti beberapa fokus utama pembangunan berkelanjutan yang memerlukan langkah terpadu.

Yang pertama Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular. Pengelolaan sampah diarahkan pada skema berkelanjutan (reduce, reuse, recycle, recovery) yang bernilai ekonomi melalui keterlibatan bank sampah, UMKM, koperasi, dan komunitas warga.

Dalam hal mobilitas dan penanganan kemacetan, penataan ruang kota ditargetkan melalui integrasi transportasi publik, fasilitas pejalan kaki, tata kelola parkir, dan konektivitas kawasan.

Khusus  penanganan banjir dan konservasi, dibutuhkan penanggulangan banjir difokuskan melalui modernisasi sistem drainase, perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pembuatan sumur resapan, serta konservasi daerah hulu.

DPRD juga mengingatkan pentingnya sensitivitas seluruh aparat pemerintah daerah mulai dari tingkatan jajaran dinas hingga kewilayahan dalam merespons aspirasi serta laporan warga. Karakter ramah dan melayani harus menjadi landasan utama pelayanan publik di lapangan, baik pada urusan administrasi kependudukan, layanan kesehatan, maupun penataan estetika kota. Pemerintah dituntut bertindak cepat dan solutif tanpa menunggu persoalan menjadi viral di media sosial.

Perekonomian Kota Bandung difokuskan pada pemberdayaan sektor UMKM dan industri kreatif agar mampu naik kelas. Ekosistem pendukung akan terus diperkuat melalui pendampingan legalitas, digitalisasi, pembiayaan, hingga pembukaan akses pasar ekspor. Sinergi antara koperasi sebagai aggregator dan BUMD sebagai market creator diharapkan dapat mendorong percepatan kemandirian ekonomi masyarakat rentan.

Mengusung tema HJKB “Solidarity in Harmony”, seluruh elemen dari unsur Forkopimda (TNI, Polri), pelaku usaha, hingga akademisi diimbau untuk menjaga semangat kolaborasi, toleransi, dan gotong royong guna mewujudkan visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis).

Di akhir Rapat Paripurna, apresiasi setinggi-tingginya turut disampaikan kepada jajaran Pemerintah Kota Bandung atas raihan Penghargaan Komitmen Pengelolaan Sampah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2026. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat untuk mewujudkan Kota Bandung yang semakin maju, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya. ( Winni )

 

BacaJuga

Soni Daniswara Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Zero New Stunting

Susunan Keanggotaan Pansus 20 Raperda tentang Rumah Susun

METRO JABAR.ID — Memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, DPRD Kota Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah untuk merawat warisan sejarah sekaligus memperkuat sinergi dalam merancang masa depan kota.

Dalam Rapat Paripurna Peringatan HJKB Ke-216, Jumat, 25 September 2026, Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., membacakan pidato Peringatan HJKB Ke-216. Dalam pidato itu disebutkan, DPRD menekankan peran vital lembaga legislatif melalui penguatan fungsi legislasi, pengalokasian anggaran APBD yang pro-rakyat, serta pengawasan ketat terhadap efisiensi dan transparansi tata kelola pemerintahan.

Kemajuan kota dinilai tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, melainkan dari peningkatan kualitas hidup warga secara menyeluruh mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga penciptaan lapangan kerja.

Menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan iklim, DPRD soroti beberapa fokus utama pembangunan berkelanjutan yang memerlukan langkah terpadu.

Yang pertama Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular. Pengelolaan sampah diarahkan pada skema berkelanjutan (reduce, reuse, recycle, recovery) yang bernilai ekonomi melalui keterlibatan bank sampah, UMKM, koperasi, dan komunitas warga.

Dalam hal mobilitas dan penanganan kemacetan, penataan ruang kota ditargetkan melalui integrasi transportasi publik, fasilitas pejalan kaki, tata kelola parkir, dan konektivitas kawasan.

Khusus  penanganan banjir dan konservasi, dibutuhkan penanggulangan banjir difokuskan melalui modernisasi sistem drainase, perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pembuatan sumur resapan, serta konservasi daerah hulu.

DPRD juga mengingatkan pentingnya sensitivitas seluruh aparat pemerintah daerah mulai dari tingkatan jajaran dinas hingga kewilayahan dalam merespons aspirasi serta laporan warga. Karakter ramah dan melayani harus menjadi landasan utama pelayanan publik di lapangan, baik pada urusan administrasi kependudukan, layanan kesehatan, maupun penataan estetika kota. Pemerintah dituntut bertindak cepat dan solutif tanpa menunggu persoalan menjadi viral di media sosial.

Perekonomian Kota Bandung difokuskan pada pemberdayaan sektor UMKM dan industri kreatif agar mampu naik kelas. Ekosistem pendukung akan terus diperkuat melalui pendampingan legalitas, digitalisasi, pembiayaan, hingga pembukaan akses pasar ekspor. Sinergi antara koperasi sebagai aggregator dan BUMD sebagai market creator diharapkan dapat mendorong percepatan kemandirian ekonomi masyarakat rentan.

Mengusung tema HJKB “Solidarity in Harmony”, seluruh elemen dari unsur Forkopimda (TNI, Polri), pelaku usaha, hingga akademisi diimbau untuk menjaga semangat kolaborasi, toleransi, dan gotong royong guna mewujudkan visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis).

Di akhir Rapat Paripurna, apresiasi setinggi-tingginya turut disampaikan kepada jajaran Pemerintah Kota Bandung atas raihan Penghargaan Komitmen Pengelolaan Sampah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2026. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat untuk mewujudkan Kota Bandung yang semakin maju, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya. ( Winni )

 

Tags: DPRD Kota Bandung
ShareTweet

BeritaTerkait

Soni Daniswara Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Zero New Stunting

Oktober 16, 2026

Susunan Keanggotaan Pansus 20 Raperda tentang Rumah Susun

Oktober 16, 2026

DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Oktober 15, 2026

PROTES PENCABUTAN SPANDUK DI 4 PAGAR RUMAH PRIBADI

Oktober 15, 2026

Wali Kota Farhan Usulkan Raperda Rusun, Gender, BMD, dan PDAM, untuk Dibahas DPRD Kota Bandung

Oktober 15, 2026
Load More
Next Post

Susanto Triyogo: Mahasiswa Hukum Emban Posisi Strategis Dorong Perubahan di Masyarakat

Iman Lestariyono Dorong Pemuda Bandung Perluas Ruang Kreativitas

Discussion about this post

Recommended

Berhasil Tekan Angka Inflasi, Pemkot Bandung Terus Jaga Stabilitas Harga

Oktober 13, 2023

Asep Robin Serahkan Bantuan Program Pengelolaan Sampah bagi RW di Karang Pamulang

Juni 17, 2026

TNI Berikan Bimbingan Teknis Bios 44

Juni 14, 2020

Disdukcapil Kota Bandung Layani Transgender Yang Ingin Ganti Identitas KTP

Oktober 12, 2021
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
Translate »