Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
No Result
View All Result
  • DITERBITKAN
  • Media Terkini dan Aktual
  • Redaksi

Pemkot Bandung Siapkan Sejumlah Rencana Aksi Atasi Krisis TPA Sarimukti

Oktober 10, 2024
in Uncategorized

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengintensifkan upaya untuk mengatasi krisis sampah yang semakin mendesak, seiring dengan kondisi kritis TPA Sarimukti. Tempat pembuangan akhir sampah ini diperkirakan hanya mampu beroperasi hingga Maret 2025.

Sebelumnya, Pada rapat koordinasi yang berlangsung di Gedung Sate pada 3 Oktober 2024, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan para kepala daerah di wilayah Bandung Raya sepakat untuk mengurangi jumlah ritase pengangkutan sampah dari Kota Bandung menuju TPA Sarimukti.

Targetnya, ritase yang semula 172 rit per hari harus dikurangi menjadi 140 rit per hari mulai 1 Desember 2024.

BacaJuga

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Sopyan Hernadi, menjelaskan, Pemkot Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi beban TPA Sarimukti.

“Kami menghadapi situasi yang sangat genting, dan berbagai strategi sudah kami rancang untuk periode Oktober hingga November 2024. Termasuk optimalisasi fasilitas pengolahan sampah di tingkat kelurahan dan TPS,” ujar Sopyan saat Rapat Koordinasi bersama Satgas Sampah Provinsi Jawa Barat di Ruang Tengah Balai Kota Bandung.

Rencana Aksi Pengurangan Sampah Beberapa langkah konkret yang akan diambil antara lain:

1. Optimalisasi maggotisasi di 151 kelurahan dengan kapasitas pengolahan 350 kilogram sampah per hari di setiap rumah maggot.
2. Optimalisasi TPS3R di lima lokasi: Kebon Jeruk, Maleer, Cibatu, Subang, dan Pasar Gedebage, dengan kapasitas 1 ton sampah per hari.
3. Pemanfaatan mesin gibrig di tujuh TPS: Panjunan, Babakan Sari, Kobana, Ciwastra, Indramayu, Dago Bengkok, dan Ence Azis.
4. Pengoperasian TPST baru di dua lokasi, Tegalega dan Nyengseret.
5. Penggunaan teknologi pengolahan sampah di TPST Batununggal.
6. Optimalisasi pengelolaan sampah berdasarkan klaster: pendidikan, kesehatan, pusat perbelanjaan, hotel, restoran, perkantoran, pasar, dan tempat ibadah.
7. Kerja sama dengan Sesko TNI AD dalam pengelolaan sampah.
8. Penggunaan mesin motah di beberapa lokasi untuk mempercepat proses pengelolaan sampah.

Sopyan juga menjelaskan tentang rencana pengembangan sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Bandung. Fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Beberapa TPST yang akan dikembangkan antara lain:

1. TPST Tegalega
2. TPST Nyengseret
3. TPST Cicukang
4. TPST Babakan Siliwangi
5. TPST Batununggal Indah
6. TPST Ence Azis
7. TPST Indramayu
8. TPST Gedebage

“Jika semua fasilitas ini berfungsi sesuai rencana, mereka dapat mengolah sampah sebesar 559 ton per hari, dengan residu yang dibuang ke TPA hanya sebesar 20 persen. Ini berarti sebanyak 447 ton atau setara dengan 79 ritase per hari dapat dikurangi dari sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti pada awal 2026,” jelas Sopyan.

Sementara itu, Satgas Pengelolaan Sampah Bandung Raya / Satgas Provinsi (Bapenda Provinsi Jawa Barat), Dedi Mulyadi yang turut menangani krisis ini, menyampaikan permintaan maaf terkait penundaan perluasan TPA Sarimukti.

Menurutnya, rencana perluasan lahan yang dijadwalkan pada Desember 2024 terhambat karena kendala pengadaan barang dan jasa. Proses perluasan baru akan dimulai pada pertengahan 2025, diperkirakan pada Juli 2025 mendatang.

“TPA Sarimukti saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas hingga 1200 persen, dan usianya diprediksi akan habis pada 8 November 2024, atau hanya dalam satu bulan ke depan. Jika itu terjadi, kami harus membuang sampah ke tempat lain,” ujar Dedi.

Selain itu, Satgas Provinsi mengungkapkan, sistem kontrol pengelolaan sampah di TPA Sarimukti masih sangat konvensional dan manual, sehingga jumlah ritase sampah dari Kota Bandung yang sebenarnya lebih dari 172 rit per hari bisa melebihi perkiraan.

“Diduga, jumlah sebenarnya bisa mencapai 200 rit, yang kemungkinan berasal dari sumber luar Kota Bandung, atau oknum yang mengatasnamakan Kota Bandung,” ungkapnya.

Satgas juga menekankan pentingnya penggunaan sistem informasi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berbasis data.

Dedi berharap, dengan adanya sistem pendataan yang benar dan registrasi angkutan sampah yang lebih ketat, validitas data sampah dapat ditingkatkan. Selain itu, sistem manajemen alat kendaraan yang telah diterapkan oleh Kota Bandung juga dinilai sebagai langkah yang positif.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Kota Bandung dalam mengelola sampah melalui program-program seperti maggotisasi, penggunaan mesin gibrig, serta pengelolaan TPS. Meski belum optimal, kami sangat mendukung upaya pengoptimalan lebih lanjut,” ujar Dedi.

Dedi juga berharap, Kota Bandung dapat membantu penerapan sistem aplikasi pengelolaan sampah dari rumah tangga hingga TPA Sarimukti agar proses pengelolaan dapat dipantau secara transparan.

“Dengan sistem ini, masyarakat dapat memanfaatkan bank sampah, rumah maggot, serta TPS terdekat yang terkoneksi dengan sistem kami. Semua TPS diharapkan memiliki akun pengelola tersendiri sehingga pemanfaatan dan pengangkutan sampah dapat dicatat dengan baik,” tutur Dedi. (Red./Annisa)

Tags: Balai Kota Bandung.mengurangi jumlah ritase pengangkutan sampah dari Kota Bandung menuju TPA Sarimukti.Pemkot Bandungpermintaan maaf terkait penundaan perluasan TPA Sarimukti.rencana pengembangan sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Bandung.ritase yang semula 172 rit per hari harus dikurangi menjadi 140 rit per hari mulai 1 Desember 2024.Satgas Pengelolaan Sampah Bandung Raya / Satgas Provinsi (Bapenda Provinsi Jawa Barat) - Dedi MulyadiSatgas Sampah Provinsi Jawa BaratSekretaris Daerah Provinsi Jawa BaratSekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Sopyan HernadiSiapkan Sejumlah Rencana Aksi Atasi Krisis TPA Sarimukti
ShareTweet

BeritaTerkait

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Januari 14, 2026

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Januari 13, 2026

Farhan Tegaskan RTH Sumber Kehidupan

Januari 12, 2026

Komisi III Minta Seluruh OPD Kompak Terlibat Benahi Persoalan Sampah Di Kota Bandung

Desember 24, 2025

Pemkot Bandung Perkuat Harmoni dan Pelayanan Publik

Desember 23, 2025
Load More
Next Post

Keren! Pemkot Bandung Raih Dua Penghargaan di AMH Tahun 2024

Bayar Parkir dengan QRIS Mulai Diujicobakan di Kota Bandung

Discussion about this post

Recommended

KPK Panggil Walikota Bandung Jadi Saksi Kasus Korupsi RTH

KPK Panggil Walikota Bandung Jadi Saksi Kasus Korupsi RTH

September 2, 2020

Agus Andi dan dr. Agung Hadiri Penataan dan Pemberdayaan UMKM Batununggal

Juni 10, 2025
Siaga Tegas Polrestabes Dalam Menerapkan Aturan PSBB

Siaga Tegas Polrestabes Dalam Menerapkan Aturan PSBB

April 23, 2020
Oded M. Danial didampingi Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna saat meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Jalan Kepatihan, Senin (15/6/2020).

Walikota Bandung Pantau Mall & Pusat Perbelanjaan Secara Selektif

Juni 15, 2020
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
Translate »