AgamaAkademiAktivasiApresiasiHeadlineHimbauanJakartaKEMANUSIAANKerjasamaKolaborasiMusyawarahPancasilaPendidikanSilaturahmi

Demisioner Koorpresnas BEM PTM Indonesia: Pancasila Sebagai Dahrul Ahdi wal al-Syahadah

JAKARTA. METROJABAR,ID- Badan Eksekutif Mahasiwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Zona 3 DKI Jakarta, Jawabarat, Banten (BEM PTMI Zona 3) mengadakan kegiatan Silaturahim Wilayah (Silatwil) yang diselenggarakan mulai tanggal 28-30 Januari 2022 di Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB AD).

Kegiatan ini mengusung tema “Moderasi Beragama: Internalisasi Toleransi Dalam Mewujudkan Nilai Pancasila Sebagai landasan Keummatan” yang mana melalui tema tersebut ia harapan untuk BEM PTM Zona 3 kedepannya lebih menjujung sikap toleransi terhadap Agama,Suku, dan Ras serta dapat menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan mahasiswa dan masyarakat melalui implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup bernegera dan bermasyarakat.

“Selamat melakukan silaturahmi wilayah, semoga dengan adanya diskusi di pra acara, teman-teman dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut,” ujar Eko, Jumat (28/01/2022).

Demisioner Koorpresnas BEM PTMI Nur Eko Suhardana juga mengapresiasi tema kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa tema kegiatan tersebut sangatlah cocok dengan situasi dan kondisi bangsa saat ini.

“Sikap toleransi memang sangat perlu diimplementasikan dalam kehidupan nyata hal tersebut mengingat peran mahasiswa sebagai agent of change, sehingga dengan menanamkan nilai-nilai pancasila dalam diri rekan-rekan mahasiswa agar bisa mewujudkan bangsa yang aman dan damai, dan tidak terjadi konflik yg bermuara pada Suku,Ras, dan Agama yg notabenya banyak di sekeliling kita terutama mahasiswa yg berlatar belakang beda suku dan agama,” ungkap Eko di Jakarta.

Eko juga menambahkan bahwa, tema pada acara tersebut sejalan dengan konsep Muhammadiyah dalam memandang Pancasila sebagai Dahrul Ahdi wal al-Syahadah, bahwa NKRI ditegakkan di atas falsafah yang luhur dan sejalan dengan nilai ajaran Islam. Negara Pancasila dipahami sebagai “Ideologi negara merupakan hasil konsensus segenap elemen bangsa (dar al-ahdi) dan sekaligus sebagai tempat pembuktian atau kesaksian (dar al-syahadah) untuk mewujudkan negara yang aman dan damai (dar al-salam),” tutupnya saat dimintai keterangan. (Red./metrojabar)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Translate »
Close
Close