Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
No Result
View All Result
  • DITERBITKAN
  • Media Terkini dan Aktual
  • Redaksi

Ridwan Kamil: Penerapan Pembelajaran New Normal Untuk Wilayah Zona Hijau

Juli 29, 2020
in Uncategorized

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah provinsi Jawa Barat tengah mempersiapkan penerapan pembelajaran tatap muka bagi sekolah yang berada diwilayah Zona Hijau. Namun, dengan prinsip kehati-hatian demi keselamatan dan kesehatan peserta didik diutamakan.

Kendati sudah berada di zona hijau, sekolah tidak serta-merta dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sekolah harus menyediakan fasilitas dan memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik.

Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, teritorial pelaksanaan pembelajaran tatap muka direduksi dari skala kabupaten/kota menjadi tingkat kecamatan. Sekolah yang berada di kecamatan berstatus zona hijau selama tiga bulan dapat menggelar pembelajaran tatap muka.

BacaJuga

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

“Kami tidak akan berbasis kabupaten/kota lagi (dalam menentukan pembukaan pembelajaran tatap muka), terlalu luas. Ada 257 kecamatan yang dari dulu sampai sekarang itu tidak ada kasus,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dalam jumpa pers di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/7/2020).

Dikatakan, pembatasan jumlah peserta didik dalam satu kelas pun mesti dilakukan. Salah satunya dengan membuat sif. Ia merekomendasikan SMA/SMK didahulukan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Nanti setelah 7 hari atau 14 hari, pembelajaran tatap muka SMA/SMK tidak ada masalah, semua baik, baru level SMP. SMP terkendali baru masuk ke level SD/TK,” ujarnnya.

“Kami akan mengecek (kesiapan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka). Sekolah sudah di zona hijau, dan sekolah sudah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik, boleh. Sekolah di zona hijau, tapi belum siap, belum boleh,” imbuhnya.

Emil juga menegaskan, konsistensi kecamatan dalam pengendalian COVID-19 amat penting sebelum pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Sekolah yang berada di zona hijau kurang dari tiga bulan, kata ia, tidak dapat menggelar pembelajaran tatap muka.

“Syarat zona hijau yang sama sekali tidak ada kasus dari awal sampai saat ini. Atau pernah ada kasus positif COVID-19, tapi setelahnya tidak ada kasus positif selama tiga bulan,” tandasnya. (Red./Annisa)

Tags: Gubernur Jawa BaratNew NormalPenerapan PembelajaranPrinsip Kehati-hatian Demi Keslamatan Kesehatan Peserta DidikTatap MukaUntuk Wilayah Zona Hijau
ShareTweetPin

BeritaTerkait

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Januari 14, 2026

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Januari 13, 2026

Farhan Tegaskan RTH Sumber Kehidupan

Januari 12, 2026

Komisi III Minta Seluruh OPD Kompak Terlibat Benahi Persoalan Sampah Di Kota Bandung

Desember 24, 2025

Pemkot Bandung Perkuat Harmoni dan Pelayanan Publik

Desember 23, 2025
Load More
Next Post
Siti Muntamah Monitoring Pentingnya Proteksi Pemerintah Terhadap Konten-Konten Negatif Untuk Anak

Siti Muntamah Monitoring Pentingnya Proteksi Pemerintah Terhadap Konten-Konten Negatif Untuk Anak

Pemkot Bandung Menyayangkan Masih Ada Masyarakat Yang Belum Mengambil Bantuan JPS

Discussion about this post

Recommended

Pekerja Sektor Padat Karya dengan Gaji di Bawah Rp 10 Juta Bebas Pajak Penghasilan Mulai 2025

Desember 21, 2024

Keren! Pemkot Bandung Raih Penghargaan Terbaik SPBE Kategori Kota

Mei 28, 2024

Wakil Wali Kota Bandung Resmikan Rumah Lansia Kita di Kecamatan Sukajadi

Maret 10, 2025

Makin Pedas! Harga Cabai Rawit di Kota Bandung Tembus Rp 90 Ribu Per Kilogram

Agustus 1, 2024
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
Translate »