Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
No Result
View All Result
  • DITERBITKAN
  • Media Terkini dan Aktual
  • Redaksi

Festival Kang Pisman, Fokus KBS : 467 Bank, 9.689 Nasabah, Dan Ribuan Ton Sampah Terolah

Desember 6, 2019
in Uncategorized

BANDUNG, MBInews.id – Gerakan Kang Kisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan sampah) telah bergulir selama satu tahun. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kamalia Purbani membeberkan pencapaian Kangpisman kepada seluruh stakeholder dalam gelaran Festival Kang Pisman di Sport Jabar Arcamanik, Jumat (6/12/2019).

Sejak dicanangkan pada 17 Oktober 2018, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah membentuk 143 Kawasan Bebas Sampah (KBS) di lingkup Rukun Warga yang tersebar di 30 kecamatan. Sementara di tingkat kelurahan, Pemkot Bandung membentuk pemodelan KBS di 8 kelurahan, yaitu Arcamanik, Sukaluyu, Neglasari, Cihaurgeulis, Babakan Sari, kebon Pisang, Kujang Sari, dan Gempol Sari.. Kawasan-kawasan tersebut ini telah mampu mengolah sampah sebesar 32,94 ton sampah organi dan 26,96 ton sampah anorganik.

“Fokus KBS adalah memisahkan sampah. Mulai dari setiap rumah melalui kegiatan ‘door to door education’ dan ‘door to door collection’. Kami memberikan dukungan sarana prasarana berupa gerobak sampah, bata terawang, wadah sisa makanan, dan sebagainya,” tutur Kamalia.

BacaJuga

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Tak hanya di KBS, pengolahan sampah juga melalui bank sampah. Sejak Kang Pisman hadir, bank sampah menjamur di seluruh wilayah. Saat ini terdapat 467 bank sampah yang memiliki nasabah 9.689 orang dengan total omzet mencapai Rp2,95 miliar. Bank sampah ini, telah mengolah 1.692 ton sampah anorganik.

Selain itu, pengolahan sampah organik juga dilakukan di 14 lokasi, terdiri dari 11 pusat olah organik, 2 pengolahan sampah dengan metode “black soldiers fly”, atau maggot, dan 1 pusat daur ulang di eks TPA Cibere berkapasitas 10 ton/hari. Secara keseluruhan, sampah organik yang telah diolah sebanyak 3.169 ton.

“Ada pula 28 pengelolaan sampah mandiri oleh kegiatan komersial, kawasan pendidikan, rumah sakit, dan perkantoran. Total sampah terolah sebanyak 1.353,07 ton, atau 5,57 ton/hari selama rentang Maret sampai Oktober 2019,” bebernya.

Pada festival Kang Pisman ini, DLHK Kota Bandung juga memberikan anugerah kepada lembaga, sekolah, pasar, terminal, dan pihak-pihak yang mendukung gerakan ini dalam bentuk Kang Pisman award. Kang Pisman award mengadopsi penilaian Adipura skala kota, dibagi dalam tiga kategori yaitu kecamatan, pasar, dan terminal. Penilaian dilakukan sebanyak dua kali yaitu tahap kesatu pada bulan Mei 2019 dan tahap kedua bulan Oktober 2019.

“Indikator penilaian sebagaimana halnya penilaian Adipura, akan tetapi lebih dititikberatkan lagi pada implementasi dari Kang Pisman yaitu pengelolaan sampah mulai dari sumber timbulan,” imbuhnya.

Kamalia juga berterima kasih kepada tim Citarum Harum yang telah berkolaborasi dalam menjaga sungai-sungai di Kota Bandung dari timbunan sampah. DLHK bekerja sama dengan Komandan Sektor 22 Citarum Harum, Kolonel Asep Rahman Taufik memasang 43 jaring-jaring sampah di seluruh wilayah.

Kerja sama DLHK dengan Sektor 22 Citarum Harum juga mendapat bantuan dari  Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa 20 unit motor KLX, 30 unit motor sampah, 2 unit dump truck, dan 1 unit loader.

“Dengan begitu diharapkan sungai-sungai di Kota Bandung tidak lagi menjadi penyumbang sampah ke Sungai Citarum,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M. Danial pun mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang mendukung gerakan ini. Bagi Oded, Kang Pisman bukan sekadar upaya menyelamatkan lingkungan dari bom waktu sampah yang bisa meledak kapan saja.

“Alhamdulillah masyarakat merespon positif Kang Pisman. Bahkan di salah satu RW, ada yang sampahnya berkurang drastis dari 6 truk menjadi 2 truk. Sebanyak 4 truk sudah diolah melalui Kang Pisman. Ini luar biasa. Dan ada banyak contoh yang seperti ini di berbagai wilayah,” tutur Oded

“Kang Pisman ini bukan saja bisa menyelesaikan urusan lingkungan dan sampah di Kota Bandung. Ini adalah spirit untuk terus membangun Bandung. Bukan hanya menghilangkan sampahnya dan banjirnya, tetapi juga hadir sebuah budaya baru di masyarakat,” imbuhnya.

Ia semakin optimis Kang Pisman ini bisa membawa perubahan. Kendati tak bisa diukur secara jangka pendek, namun ia kebaikan yang nyata akan segera hadir.

“Dengan program Kang Pisman Bandung bisa berdaya. Saya optimis kita akan punya kemandirian dalam pengelolaan sampah. Terpenting membangun peradaban baru di Kota Bandung, dan di Indonesia,” ucapnya.(mbi)

Tags: Bank SampahCitarum HarumDinas Lingkungan Hidup dan KebersihanFokus KBSKang Pisman
ShareTweetPin

BeritaTerkait

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Januari 14, 2026

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Januari 13, 2026

Farhan Tegaskan RTH Sumber Kehidupan

Januari 12, 2026

Komisi III Minta Seluruh OPD Kompak Terlibat Benahi Persoalan Sampah Di Kota Bandung

Desember 24, 2025

Pemkot Bandung Perkuat Harmoni dan Pelayanan Publik

Desember 23, 2025
Load More
Next Post

Sejumlah Rumah Warga Baleendah Rusak Akibat Guyuran Hujan Disertai Angin Kencang

Pasca Diguyur Hujan, Kantor DPD Golkar kota Sukabumi Ambruk

Discussion about this post

Recommended

Takziah ke Rumah Dinas Ridwan Kamil, Yana Mulyana tak Kuasa Tahan Air Mata

Juni 4, 2022

Responsif Ridwan Kamil : Kemarin Menolak,Kini Membentuk Tim Sosialisasi UU Cipta Kerja

Oktober 15, 2020
Pemerintah Kota Bandung terus memasifkan imbauan dan edukasi kepada warga tentang pencegahan penyebaran virus corona

Serukan PHBS Lewat Medsos, Hawar-Hawar, Hingga Poster Dan Spanduk

April 3, 2020

2.521 Unit Rutilahu Belum Diperbaiki Pemkot Sukabumi? Ini Target Walikotanya

Desember 18, 2019
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
Translate »