Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
No Result
View All Result
  • DITERBITKAN
  • Media Terkini dan Aktual
  • Redaksi

World Bank Kritik Metode Pemungutan Pajak di Indonesia, Luhut: Kita Disandingkan dengan Nigeria

Januari 10, 2025
in Uncategorized

METROJABAR.ID- Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax) pada awal tahun ini.

Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan penerimaan pajak hingga Rp 1.500 triliun dan menjadi bagian penting dalam upaya digitalisasi tata kelola keuangan negara.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) – Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa sistem Coretax lahir setelah kritik tajam dari Bank Dunia terhadap metode pengumpulan pajak di Indonesia.

BacaJuga

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

“World Bank itu mengkritik kita bahwa kita salah satu negara yang meng-collect pajaknya tidak baik, kita disamakan dengan Nigeria,” ujar Luhut.

Menurut Luhut, Bank Dunia memperkirakan optimalisasi pajak dapat menyumbang sekitar 6,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yang setara dengan potensi penerimaan pajak sebesar Rp 1.500 triliun.

“Kalau kita bisa lakukan program ini dengan baik, kita bisa mencapai angka itu,” katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa implementasi Coretax masih berada dalam tahap awal. Dibutuhkan waktu dan konsistensi untuk memastikan sistem ini berjalan optimal.

“Biarkan jalan dulu. Nanti kalau ada kritik, kita perbaiki. Karena memang banyak masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” tambahnya.

Empat Pilar Digitalisasi Pemerintahan

Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan bahwa Coretax adalah salah satu dari empat pilar utama digitalisasi pemerintahan yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan publik. Pilar-pilar tersebut meliputi:

  1. Optimalisasi Pendapatan Negara
    Coretax dan Sistem Informasi Mineral dan Batubara (SIMBARA) menjadi dua komponen kunci. SIMBARA bertugas mengelola pendapatan negara non-pajak dari sektor pertambangan, terutama royalti. “Jadi Coretax adalah salah satu pilar untuk meningkatkan pendapatan negara,” ujar Seto.
  2. Efisiensi Belanja Negara
    Program ini bertujuan mengurangi inefisiensi, termasuk melalui implementasi e-katalog untuk pengadaan barang dan jasa serta penyelarasan bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
  3. Peningkatan Pelayanan Publik
    Digitalisasi layanan seperti kependudukan, SIM, dan paspor menjadi prioritas untuk mempermudah akses masyarakat.
  4. Peningkatan Layanan Berusaha
    Melalui perbaikan sistem Online Single Submission (OSS), pemerintah berupaya mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Seto menambahkan bahwa pondasi utama dari keempat pilar ini adalah infrastruktur publik digital atau Digital ID, yang akan ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Agustus mendatang.

“Digital ID akan menjadi kunci dalam transformasi digital pemerintahan Indonesia,” jelasnya.

DEN optimis bahwa Coretax dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak secara signifikan meski masih ada tantangan.

“Kalau masih ada kekurangan sana-sini, saya kira wajar. Tapi kami percaya Kementerian Keuangan dan Dirjen Pajak akan bekerja keras untuk meng-improve sistem ini,” tutup Seto.

Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah berharap digitalisasi tidak hanya mendukung peningkatan pendapatan negara, tetapi juga menciptakan pelayanan publik yang lebih efisien dan inklusif. (Red./Edi)

Tags: digitalisasi tidak hanya mendukung peningkatan pendapatan negaradiharapkan mampu meningkatkan penerimaan pajak hingga Rp 1.500 triliunditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Agustus mendatang.Efisiensi Belanja NegaraEmpat Pilar Digitalisasi Pemerintahaninfrastruktur publik digital atau Digital IDKementerian Keuangan dan Dirjen Pajak akan bekerja keras untuk meng-improve sistem iniKetua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) - Luhut Binsar PandjaitanLuhut: Kita Disandingkan dengan NigeriaOptimalisasi Pendapatan NegaraPemerintah Indonesia resmi meluncurkan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax) pada awal tahun ini.Peningkatan Layanan BerusahaPeningkatan Pelayanan PublikProduk Domestik Bruto (PDB) Indonesiatetapi juga menciptakan pelayanan publik yang lebih efisien dan inklusif.upaya digitalisasi tata kelola keuangan negara.World Bank Kritik Metode Pemungutan Pajak di Indonesia
ShareTweet

BeritaTerkait

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Januari 14, 2026

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Januari 13, 2026

Farhan Tegaskan RTH Sumber Kehidupan

Januari 12, 2026

Komisi III Minta Seluruh OPD Kompak Terlibat Benahi Persoalan Sampah Di Kota Bandung

Desember 24, 2025

Pemkot Bandung Perkuat Harmoni dan Pelayanan Publik

Desember 23, 2025
Load More
Next Post

DPRD Serahkan Nama Walkot-Wawalkot Bandung Terpilih ke Mendagri untuk Ditetapkan

Perebutkan 270 Formasi, Pendaftaran PPPK Tahap II Pemkot Bandung Diperpanjang Hingga 15 Januari

Discussion about this post

Recommended

Akun Google Bisnis 45 Hotel di Kota Bandung Diretas, Masyarakat Diimbau Waspada!

Agustus 14, 2024

Radea Respati Hadiri Sosialisasi Aplikasi “Warga Jaga Warga”

September 9, 2025

Negara Indonesia Bakal Jadi Negara Ekonomi Terbesar ke-5 di Dunia

Juli 24, 2020
10 Stilasi Pengingat Jejak Peristiwa Bandung Lautan Api Menjadi Momen Penting

10 Stilasi Pengingat Jejak Peristiwa Bandung Lautan Api Menjadi Momen Penting

Maret 20, 2021
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
Translate »