Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
No Result
View All Result
  • DITERBITKAN
  • Media Terkini dan Aktual
  • Redaksi

Permudah Pelaku UMKM Peroleh Modal, Pemkot Bandung Terus Sosialisasikan KUR

September 15, 2023
in Uncategorized

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- Salah satu permasalahan yang sering dihadapi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah permodalan. Oleh karenanya, Pemerintah Kota Bandung menggaet sejumlah pihak untuk menyosialisasikan permodalan Kredit Usara Rakyat kepada para pelaku UMKM di Pasar Kosambi, Rabu (13/9/2023) lalu.

Sejumlah pihak yang digaet di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ombudsman RI, dan BRI. 

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pelaku usaha agar lebih mengetahui perkembangan UMKM.

BacaJuga

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Perwakilan Pedagang Pasar Kosambi, Zoelkarnaen mengatakan, dengan sosialisasi seperti ini, pedagang lebih memahami terkait permodalan. 

Selain itu, lanjut Zoelkarnaen, harapan lebihnya pedagang semakin sejahtera dalam melakukan kegiatan usaha. 

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu dipahami oleh para pedagang. Harapannya kita semakin maju usaha yang dijalankan,” tuturnya.

Sedangkan Kepala OJK Regional II Jawa Barat, Indarto Budiwitono mengungkapkan, pihaknya memiliki tugas menedukasi dan menyosialisasi tentang keuangan kepada para pelaku usaha. 

“Tugas OJK itu mengatur dan mengawasi jasa keuangan. Selain itu juga melindungi konsumen. Salah satunya sosialasi dengan KUR ini,” katanya.

Ia mengatakan, OJK memiliki kegiatan 3 tahun sekali untuk melakukan survei dan inklusi keuangan.  Targetnya, pada tahun 2025 nilai inklusi harus mencapai 90 persen dan literasi keuangan 70 persen. 

“Maka dengan kegiatan ini menjadi salah satu upaya  untuk terus mengedukasi terkait keuangan,” ungkapnya. 

Di tempat yang sama, Regional Micro Banking Head, BRI Regional Office Bandung, Arif Hartoyo mengatakan, pihaknya terus memberikan peluang untuk para pedagang dalam upaya menyejahterakan pelaku usaha. 

“Contohnya setiap hari kita berkeliling di Pasar Kosambi, kita berikan sosialisasi kepada pedagang juga, untuk memberikan layanan KUR dan kegiatan lainnya,” ungkapnya.  

Sedangkan Anggota Ombudsman RI, Dadan S. Suharmawijaya mengatakan, pihaknya sangat konsen terhadap aduan yang diberikan masyarakat. 

Ia mendorong khususnya para pelaku usaha untuk ikut berkontribusi dalam tugas Ombudsman. Seperti pelaporan terkait pelayanan publik.

“Prinsipnya Ombudsman menerima aduan masuk, bahkan evaluasi, kami lembaga yang mengawasi pelayanan publik. Kami memang tidak hanya aduan saja, tapi mengawasi pelayanan publik juga,” bebernya. 

Terkait siapa saja yang diawasi, Dadan menambahkan lembaga yang menggunakan anggaran negara. 

“Proses pelayanan yang dilakukan pemerintah atau swasta yang menggunakan uang negara. Misalkan, di KUR ini, sumber uangnya perbankan, tetapi di situ ada subsidi bunga dari pemerintah. Karena itu otomatis masuk menjadi hak yang bisa diawasi oleh kita,” ungkapnya. 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Bandung, Rajasa Pimpinan Berutu mengatakan, di tercatat jumlah pelaku UMKM dan Koperasi di Kota Bandung mencapai 140 ribu. 

“Di Kota Bandung hasil pendataan tahun 2021 selesai 2022, ada 140 ribu pelaku koperasi dan UMKM. Di antara itu, 700 koperasi aktif,” ungkapnya. 

Ia mengatakan, pelaku usaha binaan Dinas KUMKM, terdaftar Sistem Informasi Kewirausahan yang Terintegrasi (Sirkuit) melalui sirkuit.bandung.go.id terdata 10 ribu pelaku usaha. 

Menurutnya, dari 10 ribu pelaku usaha itu, diberikan pendampingan setiap tahun kepada 1.000 pelaku usaha yang berbeda tiap tahunnya. 

Hal ini guna memberikan edukasi kepada pengusaha untuk lebih cermat dan inovatif dalam memproduksi produknya. 

“Tiap tahun pendampingan 1.000 pengusaha. Alhamdulilah peningkatan untuk omzetnya lumayan, mencapai 54 persen. Ini tiap tahun berganti pelaku UMKM,” tuturnya. (Red./Tugiono)

Tags: Binaaan Dinas KUMKMBRIKepala OJK Regional II Jawa Barat - Indarto BudiwitonoOJKOmbudsman RIPasar KosambiPemkot BandungPerkembangan UMKMPermudah Pelaku UMKM Peroleh ModalPerwakilan Pedagang Pasar Kosambi- ZoelkarnaenRegional Micro Banking Head BRI Kota Bandung - Arif HartoyoSekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Bandung- Rajasa Pimpinan BerutuSistem Informasi Kewirausahan yang Terintegrasi (Sirkuit)Terus Sosialisasikan KUR
ShareTweetPin

BeritaTerkait

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Januari 14, 2026

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Januari 13, 2026

Farhan Tegaskan RTH Sumber Kehidupan

Januari 12, 2026

Komisi III Minta Seluruh OPD Kompak Terlibat Benahi Persoalan Sampah Di Kota Bandung

Desember 24, 2025

Pemkot Bandung Perkuat Harmoni dan Pelayanan Publik

Desember 23, 2025
Load More
Next Post

Bambang Tirtoyuliono Ditunjuk Jadi Pj Wali Kota Bandung

Target Pendapatan Kota Bandung Tahun 2023 Meningkat Rp 167,98 Miliar

Discussion about this post

Recommended

Gerakan Pasar Murah Gulirkan Perekonomian Masyarakat

Juli 9, 2025

Asik! Pasar Modern Sinpasa Kini Hadir di Summarecon Bandung

Desember 19, 2022

Yana Monitoring 2000 Pegawai Ritel Di Kota Bandung Divaksin Covid-19

Juni 16, 2021

Tingkatkan Perlindungan Keamanan Siber, Diskominfo Kota Bandung Gelar Sosialisasi Pelatihan Security Awareness

Oktober 17, 2024
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
Translate »