Bandung RayaHeadlineInovasiKESEHATANLingkunganPemerintahanPenghijauanPertanianSeni BudayaTNI/POLRI

Walikota Bandung Bersama Dansektor 22 Kolonel Eppy Gustiawan Hadiri Peresmian Jasmine Integrated Farming

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- Satgas Citarum Harum, melalui Dansektor 22 (Kol. Inf. Eppy Gustiawan, S.I.P.,) mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, pada peresmian Jasmine Integrated Farming di Kelurahan Antapani Tengah Kecamatan Antapani, Jumat (19/02/2021).

Jasmine Integrated Farming adalah inovasi kawasan yang berkegiatan bidang pertanian dengan beberapa aktifitas yaitu budi daya ikan, peternakan serta pertanian hidroponik.

Wali Kota Bandung, Oded. M Danial beserta istri didampingi Kadispangtan Kota Bandung (Ir. Gingin Ginanjar, M.Eng.,), pada pidatonya menyampaikan, keberadaan integrated farming diharap dapat menjadi sarana edukasi masyarakat lainnya untuk menciptakan kawasan yang mendorong ketahanan pangan di wilayah mereka masing-masing.

“Tentu dengan hadirnya Integrated farming. Mulai dari ikan, kemudian juga dengan hidroponik ada disini dengan aneka kebutuhan sayuran, bisa mendorong ketahanan pangan” tuturnya.

Walikota Bandung lebih berharap bahwa ajang ini bisa menjadi bagian upaya mengedukasi masyarakat untuk bersama sama menghadirkan kemandirian pangan.

Sementara itu, Dansektor 22 Citarum Harum (Kol. Inf. Eppy Gustiawan) mengatakan, kawasan Jasmine Integrated Farming menjadi salah satu tempat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk belajar urban farming, dan budidaya ikan, sebagai pengembangan ketahan pangan dimasa pandemi.

“Masyarakat bisa mencontoh disini, untuk mengembangkan inisiatif bercocok tanam dengan pola yang ada dalam memenuhi kebutuhan pangan,” jelas Eppy.

Menurut Eppy, konsep kawasan Jasmin Integrated Farming mengacu kepada program Buruan Sae (sehat, alami, ekonomis) yaitu kegiatan urban farming. Namun pada kawasan tersebut selain urban farming juga ada budidaya ikan melalui bioflok dan perkebunan hidro ponik.

“Dengan keberadaan Jasmine Integrated Farming, merupakan teknologi yang bisa dikembangkan dimanapun, yaitu dengan lahan yang praktis dan bisa berinovasi pada kebutuhan pangan yang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan,” jelas Eppy. (Red./Azay)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Translate »
Close
Close