Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
No Result
View All Result
Metrojabar.id
No Result
View All Result
  • DITERBITKAN
  • Media Terkini dan Aktual
  • Redaksi

Gubernur Jabar Usulkan Patimban City sebagai Support System Pelabuhan Patimban

November 6, 2020
in Uncategorized

KOTA BANDUNG, METROJABAR.ID- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menjadikan Patimban City (Kota Patimban) sebagai support system Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang. 

Hal itu sesuai prinsip Pemda Provinsi Jabar untuk menghadirkan sustainable development dalam pembangunan di Jabar. Nantinya, pusat pertumbuhan tidak hanya sebagai tempat mencari nafkah, tetapi juga dilengkapi tempat tinggal, rekreasi, kesehatan, hingga pendidikan. 

“Oleh karena itu, kami ingin menghadirkan kota baru yang sementara ini disebut Kota Patimban di Subang ini. Skenario kami, dalam 10-15 tahun, akan hadir 1 juta penduduk di luas 5 ribu hektare,” ucap Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– saat mengikuti Rapat Persiapan Tahap Pertama Pengoperasian Pelabuhan Patimban bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia melalui konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (5/11/20). 

BacaJuga

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

“5 ribu hektare ini per hari ini sedang kami desain. Sehingga nanti sepertiganya (adalah) area supporting system kepada industri pelabuhan dan dua per tiganya futuristic city di mana ada hunian, rekreasi, dan tata guna lahan yang sifatnya campuran,” tambahnya. 

Usulan sejak awal pembangunan ini pun menjadi bagian dalam upaya Pemda Provinsi Jabar untuk mendukung program pemerintah pusat dengan menyempurnakan sebuah kawasan menjadi kawasan perkotaan kelas dunia yang modern. 

“Karena (rencana Patimban City) ini dari nol, kami akan hadirkan secara maksimal. Sehingga ini menjadi kota pelabuhan tercanggih, terbaik, melengkapi (Pelabuhan) Patimban yang didesain terbesar dan tercanggih juga,” kata Kang Emil. 

“Sehingga pesan kepada masyarakat bahwa ini (pembangunan) lahir batin, tidak hanya ekonomi pelabuhan saja, tapi juga ada fungsi alun-alun, pendidikan, masjid agung, rekreasi, landmark, dan lainnya,” tuturnya. 

Dalam agenda tersebut, Kang Emil pun berharap pemerintah pusat bisa mendukung infrastruktur konektivitas maupun tata ruang dari Pelabuhan Patimban ke wilayah sekitarnya sehingga pembangunan pelabuhan tersebut bisa memberikan manfaat regional sehingga industri kecil pun bisa menikmati peluang ekonomi yang ada. 

Adapun kawasan Patimban bersama Cirebon dan Kertajati (Kabupaten Majalengka) diproyeksikan menjadi “Metropolitan Rebana”. Di kawasan industri Segitiga Rebana ini, rencananya akan ada 10 hingga 12 pusat pertumbuhan baru, termasuk Patimban City yang diminati oleh investor asal Jepang. 

Sementara itu, Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi menjelaskan, pihaknya dan beberapa kementerian terkait bekerja sama dengan Pemda Provinsi Jabar dan Kabupaten Subang mampu menyelesaikan pembangunan tahap pertama Pelabuhan Patimban sesuai harapan di akhir November 2020. Sementara reklamasi rencananya bisa dioperasikan pada Desember mendatang. 

“Sebagaimana diketahui bahwa Patimban sudah menyelesaikan reklamasi yang cukup besar pada (pembangunan) tahap pertama ini, sudah bisa dioperasikan pada bulan Desember sebagai car terminal,” tutur Budi. 

Pembangunan Terminal Mobil (Car Terminal) seluas 8 hektare mencapai 92 persen dan ditargetkan selesai di akhir November 2020. Car teminal ini memiliki dermaga berukuran 350 meter x 33 meter berkapasitas 218.000 CBU. 

Kemudian, Terminal Kontainer seluas 1 hektare dengan dermaga berukuran 420 meter x 34 meter juga ditargetkan selesai pada akhir November 2020. Dermaga ini berkapasitas 250.000 TEUs. 

Sementara jalan akses pelabuhan dari jalan akses yang dibangun oleh Kementerian PUPR dan ramp on/off jalan akses progres sudah mencapai 99 persen. 

Budi berujar, Pelabuhan Patimban adalah salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di area seluas 369 hektare dan back up area mencapai 356 hektare dengan biaya investasi total hingga mencapai Rp43,2 triliun. (Red./Annisa)

Tags: Gubernur Jawa BaratKementerian PUPRMenteri Perhubungan Republik IndonesiaMetropolitan RebanaPemdaprov JabarPSNsustainable developmentUsulkan Patimban City sebagai Support System Pelabuhan Patimban
ShareTweetPin

BeritaTerkait

Wali Kota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada BABS

Januari 14, 2026

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Penertiban

Januari 13, 2026

Farhan Tegaskan RTH Sumber Kehidupan

Januari 12, 2026

Komisi III Minta Seluruh OPD Kompak Terlibat Benahi Persoalan Sampah Di Kota Bandung

Desember 24, 2025

Pemkot Bandung Perkuat Harmoni dan Pelayanan Publik

Desember 23, 2025
Load More
Next Post
Tinjau Pengusaha Kain Tenun Kebaya, Cabup Dadang Supriatna Utamakan Pemberdayaan Masyarakat Melalui UMKM

Tinjau Pengusaha Kain Tenun Kebaya, Cabup Dadang Supriatna Utamakan Pemberdayaan Masyarakat Melalui UMKM

Sempat Tertunda, Kemenag Pastikan Kenaikan Dana BOS Rp 100 ribu per Siswa Madrasah Akan Segera Cair

Sempat Tertunda, Kemenag Pastikan Kenaikan Dana BOS Rp 100 ribu per Siswa Madrasah Akan Segera Cair

Discussion about this post

Recommended

Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak, Bapenda dan Kejari Kota Bandung Panggil 20 Penunggak PBB

Oktober 29, 2024

Kelurahan Gempolsari Ciptakan Lingkungan Nyaman dan Asri

Februari 10, 2025

Pasien Kanker Stadium 4 Meninggal Akibat Kelalaian Petugas, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Bakal Panggil Pihak RSHS

Mei 22, 2022
Ujang Uhe akan membahas RUU Omnibus Law perihal dampak terhadap lingkungan dan iklim

Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis Lingkungan dan Iklim

Maret 11, 2020
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Nasional
  • Redaksi
Translate »